Garuda pancasila akulah pendukungmu
Patriot proklamasi sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar Negara rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku . . . ayo maju maju
Ayo maju maju ayo maju maju
1 juni kemarin kita telah memperingati hari lahirnya pancasila. Pancasila dikatakan dasar Negara, karena dalam pancasila benar-benar terkandung makna yang sangat dalam. Ketika kita bicara tentang pancasila tentunya tak lepas pula dari kelima sila yang tergantung dileher sang garuda. Sejak SD pula kita telah dididik untuk menhafalkan bunyi pancasila, namun yang jadi pertanyaan, apakah kita
sudah mengamalkannya ???
Yang akan kita bahas disini adalah masalah sila kelima, yakni keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudahkan rakyat Indonesia mendapat keadilan ????? tak jauh-jauh saya berkata, saya hanya akan membahas masyarakat sekitar lamongan, utamanya aspirasi masyarakat di daerah saya yang benar-benar merasakan ketidak adilan. Bagaimana tidak, akses jalan yang menghubungkan kami dengan daerah perkotaan benar-benar rusak parah. Sedangkan di daerah kabupaten terus-menerus mendapatkan perbaikan meskipun fasilitasnya masih sangat memadai. Bahkan tercatat lebih dari 10 orang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor ketika melewati daerah tersebut. Hal ini disebabkan batu-batu yang mencuat di jalanan sudah diluar batas sehingga motor-motor kesulitan melewatinya.
Sampai saat ini mereka hanya menunggu perbaikan dari pemkab lamongan dan para dermawan yang mau memperbaiki akses jalannya.
Dari sini bisa kita simpulkan bahwa pancasila belum diamalkan secara sepenuhnya oleh masayarakat.
Tanggal 1 Juni 2011 kemarin kita baru saja melewati satu event penting yang tidak mungkin dilupakan, yaitu Hari Lahirnya Pancasila dimana pertama kali dicetuskan sebagai ideologi negara. Dari banyak ideologi yang sudah pernah dicoba oleh bangsa Indonesia tapi Pancasila dianggap sebagai ideologi yang paling cocok dengan keperibadian dan budaya bangsa. Gagasan Pancasila yang menjadi dasar NKRI saat ini dicetuskan kali pertama oleh Bung Karno di depan rapat Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) Indonesia 1 Juni 1945. Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan.
Pada tanggal 1 Juni kemarin Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri menyampaikan dalam pidato kebangsaan menyambut hari lahirnya Pancasila hari ini, bahwa berbicara tentang Pancasila tak dapat dilepaskan dari sosok Presiden pertama RI Soekarno atau biasa dipanggil Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno adalah tokoh penggali Pancasila sekaligus Proklamator bangsa. Revitalisasi Pancasila sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya menhayati tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terjadi erosi terhadap pengamalan pancasila yaitu berupa erosi jati diri nasional. Padahal pancasila adalah media pemersatu bangsa indonesia dari segala perbedaan dan dalam segala bidang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi penyampai pidato kebangsaan terakhir dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni di Gedung MPR. Dalam pidatonya, SBY membenarkan pernyataan Megawati bahwa bicara Pancasila tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekano. Pada tanggal 1 Juni muncullah berbagai harapan, semoga pancasila bukan hanya sebagai simbol dari suatu negara tapi juga diharapkan bisa mengakar pada pribadi setiap orang di negeri ini. Dan menjadi pedoman bagi rakyat.