MARHABAN YAA RAMADHAN

Selamat datang bulan ramadhan Selamat datang Bulan yang mulia

MULTIMEDIA 2010

ONE FOR ALL, ALL FOR ONE

PHOTO GRAPHER

Berkarya dengan alam dan seisinya

SYEKHER MANIA LAMONGAN

bersholawat tanda cinta dan kasih terhadap rosulullah

SANTRI PPDM

berjalan menuju jalanmu yang lurus

Friday, June 3, 2011

Sekolah vs ekonomi


Di zaman yang sudah maju ini, pendidikan masyarakat lamongan ternyata masih banyak terhambat oleh adanya factor ekonomi. Sebenarnya hal ini tak layak untuk dibicarakan, bagaimana tidak,masih ada saja kasus kasus penyogokan, baik itu antara wali murid dengan guru maupun wali murid dengan instansi sekolah yang lain. Mereka berlomba-lomba memberikan sumbangan agar anaknya diterima di sekolah tersebut, atau hanya ingin menampang nama saja.

Di anggapan orang-orang berduit, hal ini memang dianggap wajar, tetapi di kalangan masyarakat menengah kebawah al ini sungguh sangat memberatkan. Apalagi kondisi ekonomi yang seperti ini. Bisa-bisa anak cucu mereka tidak masuk sekolah unggulan hanya karena ulah orang-orang ber-pulus.

Tak hanya itu, seharusnya sekolah2 di lamongan yang sudah ternama dan maju hendaknya benar-benar menyeleksi murid-2 yang masuk agar kualitas pendidikan kita lebih baik. Namun pada kondisi nyatanya, mereka yang pandai tapi kurang beruntung di dunia ekonomi harus mau bersekolah di daerah2 terpencil di pelosok kota lamongan.

Pada dasarnya sekarang tikus-2 berdasi itu tak semuanya menempati kursi pejabat Negara dan perusahaan2 besar. Kini mereka telah mencari posisi yang lebih nyaman, yakni di sekolah2, memakan fasilitas yangharusnya menjadi hak siswa. (/red)

Hari lahir Pancasila

Garuda pancasila akulah pendukungmu

Patriot proklamasi sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar Negara rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku . . . ayo maju maju

Ayo maju maju ayo maju maju

1 juni kemarin kita telah memperingati hari lahirnya pancasila. Pancasila dikatakan dasar Negara, karena dalam pancasila benar-benar terkandung makna yang sangat dalam. Ketika kita bicara tentang pancasila tentunya tak lepas pula dari kelima sila yang tergantung dileher sang garuda. Sejak SD pula kita telah dididik untuk menhafalkan bunyi pancasila, namun yang jadi pertanyaan, apakah kita sudah mengamalkannya ???

Yang akan kita bahas disini adalah masalah sila kelima, yakni keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudahkan rakyat Indonesia mendapat keadilan ????? tak jauh-jauh saya berkata, saya hanya akan membahas masyarakat sekitar lamongan, utamanya aspirasi masyarakat di daerah saya yang benar-benar merasakan ketidak adilan. Bagaimana tidak, akses jalan yang menghubungkan kami dengan daerah perkotaan benar-benar rusak parah. Sedangkan di daerah kabupaten terus-menerus mendapatkan perbaikan meskipun fasilitasnya masih sangat memadai. Bahkan tercatat lebih dari 10 orang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor ketika melewati daerah tersebut. Hal ini disebabkan batu-batu yang mencuat di jalanan sudah diluar batas sehingga motor-motor kesulitan melewatinya.

Sampai saat ini mereka hanya menunggu perbaikan dari pemkab lamongan dan para dermawan yang mau memperbaiki akses jalannya.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa pancasila belum diamalkan secara sepenuhnya oleh masayarakat.

Tanggal 1 Juni 2011 kemarin kita baru saja melewati satu event penting yang tidak mungkin dilupakan, yaitu Hari Lahirnya Pancasila dimana pertama kali dicetuskan sebagai ideologi negara. Dari banyak ideologi yang sudah pernah dicoba oleh bangsa Indonesia tapi Pancasila dianggap sebagai ideologi yang paling cocok dengan keperibadian dan budaya bangsa. Gagasan Pancasila yang menjadi dasar NKRI saat ini dicetuskan kali pertama oleh Bung Karno di depan rapat Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) Indonesia 1 Juni 1945. Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan.

Pada tanggal 1 Juni kemarin Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri menyampaikan dalam pidato kebangsaan menyambut hari lahirnya Pancasila hari ini, bahwa berbicara tentang Pancasila tak dapat dilepaskan dari sosok Presiden pertama RI Soekarno atau biasa dipanggil Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno adalah tokoh penggali Pancasila sekaligus Proklamator bangsa. Revitalisasi Pancasila sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya menhayati tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terjadi erosi terhadap pengamalan pancasila yaitu berupa erosi jati diri nasional. Padahal pancasila adalah media pemersatu bangsa indonesia dari segala perbedaan dan dalam segala bidang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi penyampai pidato kebangsaan terakhir dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni di Gedung MPR. Dalam pidatonya, SBY membenarkan pernyataan Megawati bahwa bicara Pancasila tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekano. Pada tanggal 1 Juni muncullah berbagai harapan, semoga pancasila bukan hanya sebagai simbol dari suatu negara tapi juga diharapkan bisa mengakar pada pribadi setiap orang di negeri ini. Dan menjadi pedoman bagi rakyat.

Thursday, June 2, 2011

WISUDA PURNA SISWA SMKN 1 Lamongan



wisuda pisah kenang siswa SMKN 1 Lamongan telah usai dilaksanakan pada tanggal 28 mei 2011 kemarin. acara yang dilaksanakan oleh OSIS yang bekerja sama dengan bapak ibu guru SMK N 1 lamongan ini berlangsung sangat khitmad. Tak ketinggalan siswa-siswi multimedia diterjunkan langsung untuk mengambil gambar serta video acara ini.
acara ini dimulai sejak pukul setengah 7 pagi.dimulai dengan acara foto bersama per jurusan, pembagian album kenangan dan majalah pijar#07. berlanjute acara resmi, yakni sidang terbuka yang dipimpin oleh bapak kepala sekolah SMK N 1 lamongan. Seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 215 orang siswa lulus, alhamdulillah dengan nilai yang memuaskan."kami sangat senang karena seluruh sisawa SMK N 1 Lamongan bisa lulus semua tanpa terkecuali, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada bapak ibu guru yang telah mensukseskan UNAS SMK kita, sehingga kita bisa bangga dengan hasil ini", ungkap Drs. Bambang Didik Suparto ketika membuka sidang terbuka wisuda purna siswa SMK N 1 lamongan.

Tuesday, May 24, 2011

Sebanyak 36 siswa SD/MI di Kabupaten Lamongan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional


Sebanyak 36 siswa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tidak mengikuti ujian nasional (UN) SD/MI/SDLB karena pindah mengikuti orangtua mereka. Mereka tidak berhak mengikuti ujian susulan.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Mustofa Nur, Kamis (12/5), menuturkan, tahun ini UN tingkat SD/MI/SD LB di Lamongan diikiti 19.791 siswa dari 1.132 lembaga pendidikan. Siswa hadir mengikuti ujian sebanyak 19.755 siswa dan yang absen hadir ada 36 siswa.

Salah seorang siswa MI Sokolilo, Kecamatan Sukodadi, Nur Lailatul Hiknuyah, mengikuti ujian di RSUD Dr Soegiri Lamongan, karena tengah sakit. Nur dikawal dua pengawas dan satu polisi.

Ibu Nur, Siti Masinten, menuruti anaknya yang bersikeras ikut ujian nasional di rumah sakit, karena tidak bersedia ikut ujian susulan. Siti berharap anaknya bisa mengerjakan soal dan lulus sekolah, sehingga bisa melanjutkan ke SMP.

Menurut Dokter anak RSUD dr Soegiri Lamongan, Hidatul Khoiruh, Nur mengalami susah buang air besar. Sebenarnya dengan kondisi itu membuat pasien sulit berkonsentrasi.

Nilai akhir penentuan kelulusan siswa kini diperoleh dari nilai rata-rata gabungan nilai UN, dan nilai sekolah dari mata pelajaran yang diujikan. Komposisinya, 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai sekolah. Kriteria kelulusan UN ditetapkan melalui rapat dewan guru. Tiga mata pelajaran yang diujikan yakni bahasa Indonesia, matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ujian susulan berlangsung 18- 20 Mei 2011.

Bocah Asal Lamongan Peraih Nilai Tertinggi Ujian Nasional SMA


Hanya ada satu laki-laki di antara sepuluh peraih nilai ujian nasional SMA tertinggi tahun 2011. Siswa lelaki bernama Agung Waluyo Utomo itu merupakan pelajar SMAN 2 Lamongan, Jawa Timur. Nilainya rata-rata 9,79. Pemeringkatan ini diumumkan Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, dalam konferensi pers di Kementerian Pendidikan Nasional, Jumat 20 Mei 2011.
Dari sembilan siswi itu, empat peraih nilai tertinggi berasal dari SMA Negeri 4 Denpasar. Mereka adalah, Anak Agung Indah Suadnyani dan Ni Putu Maitri Nara Suari dengan rata-rata nilai 9,83, Luh Gede Ayu Putri Vebriany (9,82), dan Made Cindy Widya Murthi (9,80). Peringkat selanjutnya diisi empat siswi dari SMA 2 Tasikmalaya, yaitu Asri Nurul Bashiroh, Helmi Hindasah, Khairina Femiliani Yudiawan, dan Putri Dwi Amelia yang berhasil meraih nilai rata-rata 9,79. Peringkat diraih Iyar Januarti Alfiani dari SMAN 1 Bekasi dengan nilai 9,78.

"Walau yang pinter perempuan semua, tapi tetap laki-laki yang paling pinter yang dapet perempuan ini," kata Nuh sembari tertawa.

Berbeda dengan sepuluh besar peraih UN tertinggi SMA yang didominasi kaum perempuan, di tingkat SMK, siswa dan siswi sukses berbagi peringkat.

Kesepuluh pelajar itu adalah Atik Fajaryani dari SMKN 1 Bantul dengan nilai rata-rata nyaris sempurna 9,93, Cantika Patma Dewi (SMKN 8 Malang, 9,78), Taneke Tasungkari (SMKN 1 Losarang, 9,77). Berikutnya berbagi peringkat dengan rata-rata nilai 9,73 yaitu Siti Robbychasana dari SMK F. Ditkesad; Ari Sadewo Yogapratama (SMK Telkom)' Sandhy Putra, Ruri Herdiansyah (SMKN 2 Bandung); Aris Sofiyana (SMKN 6 Bandung); Mutiara Septiani Putri (SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cimahi); Ria Mariana (SMKN 1 Sragen); dan Adi Prasetyo (SMKN 2 Wonogiri).

Monday, May 23, 2011

Pameran Pendidikan Kab. Lamongan 2011

Akhirnya telah dibuka oleh bapak Bupati H. Fadeli pameran pendidikan dalam rangka Hari Jadi Lamongan yang ke 442 kemarin sore tanggal 21 mei 2011 tepatnya di alun-alun kota Lamongan. Pameran yang rencananya di selenggarakan selama tiga hari ini ternyata begitu meriah dan ramai oleh pengunjung karena pameran itu tidak hanya di isi oleh stand-stand sekolah maupun UPT tetapi juga di isi oleh stand-stand pedagang kaki lima.

Dalam pameran yang dibuka langsung oleh Bupati Lamongan itu ternyata begitu banyak sekali karya-karya siswa-siswa Lamongan yang di usung oleh sekolah masing-masing, dalam pameran yang di selenggarakan itu selain untuk memperingati hari jadi lamongan juga sebagai ajang pertunjukan kepada orang – orang karya-karya terbaik dari siswa-siswi Kab. Lamongan, dan juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari meraup keuntungan yang lebih banyak.

Dan pada hari senin tanggal 23 mei kemarin akhirnya pameran pendidikan lamongan 2011 dengan resmi di tutup dalam malam yang terakhir itu pengunjung pameran pendidikan begitu rame dan meriah sehingga sampai berserondolan dan gak bisa jalan.

Saturday, May 21, 2011

Kesalahan Teknis Ujian Nasional Tak Boleh Rugikan Siswa


Setiap tahun, saat pengumuman hasil ujian nasional, sering terdapat kejangggalan-kejanggalan pada nilai UN yang diterima siswa. Ada yang nilainya sangat rendah, jauh berbeda dengan nilai ujian sekolah, bahkan ada juga yang mendapat nilai nol.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, kemungkinan adanya kesalahan teknis bisa terjadi. "Bisa saja dalam prosesnya itu ada yang terselip. Maka langkah pertama yang harus dilakukan itu adalah verifikasi," ujarnya awal pekan ini di Serang, Banten.

Menurut Menteri Nuh, verifikasi awal bisa dilakukan dengan melihat berkas acara, di sekolah mana siswa yang memiliki kejanggalan dalam nilai UN tersebut ujian. "Begitu ada datanya, dicek lagi. Prinsip dasarnya kita tidak boleh merugikan siswa," tuturnya.

Selanjutnya, verifikasi dilakukan berjenjang, mulai dari sekolah, kemudian dinas pendidikan di tingkat kabupaten/kota, dinas pendidikan tingkat propinsi, hingga ke pusat, yaitu Kementerian Pendidikan Nasional.

Kejanggalan nilai UN yang diterima siswa bisa terjadi karena dua hal. Pertama, adanya kelalaian di masing-masing jenjang, atau terselipnya berkas siswa di salah satu jenjang itu. Kedua, adanya kesalahan menghitamkan lembar jawaban komputer, sehingga tidak terbaca. "Semua kemungkinan bisa terjadi," kata Menteri Nuh.

Ia menegaskan, segala kemungkinan kesalahan yang terjadi, tidak boleh merugikan siswa peserta UN. Karena itu, harus dilakukan verifikasi secara terbuka. "Kalau ada yang komplain atau keberatan, bisa terbuka melakukan verifikasi, dengan membawa bukti berupa dokumen-dokumen".

Mendiknas mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas harus membuka posko untuk menerima laporan dari sekolah terhadap kejanggalan hasil UN yang diterima siswanya. "Yang paling tahu kan sekolah. Jadi dikumpulkan ke sekolah. Sekolah yang harus menyampaikan ke dinas pendidikan di kabupaten/kota. Kemdiknas terakhir. Karena itu nanti dicek. Sekali lagi, prinsip dasarnya tidak boleh merugikan siswa," katanya.

Ia menambahkan, keputusan mengenai nilai UN siswa yang sudah diverifikasi tetap di tangan pusat (Kemdiknas). Hal itu akan diputuskan berdasarkan bukti-bukti berupa dokumen-dokumen yang telah diverifikasi di tiap jenjang sebelum sampai ke pusat.

Diharapkan, proses verifikasi ini tidak akan memakan waktu lama. Dan, akan dilakukan hingga semua laporan dari sekolah selesai diverifikasi sebelum SNMPTN berlangsung. "Itu kan orang komplain kira-kira ada kaitannya dengan pendaftaran dalam perguruan tinggi SNMPTN tanggal 25. Mudah-mudahan dalam pekan ini sudah bisa terdeteksi dalam dua atau tiga hari."

Mengenai hasil UN, Kemdiknas akan menggelar jumpa pers untuk mengumumkannya pada hari ini (20/5). Dalam jumpa pers itu nantinya akan diumumkan bagaimana prestasi UN di 100 kabupaten/kota dibandingkan dengan tahun lalu. Analisis mendalam mengenai UN 2011 juga dilakukan untuk mengetahui kompetensi apa yang dikuasai siswa, dan yang kurang atau tidak dikuasai.

Menteri Nuh mengatakan, selain untuk menentukan kelulusan, UN juga dilakukan untuk melakukan pemetaan. "Pemetaan itu dilakukan untuk apa? Untuk perbaikan. Termasuk liat sekolah yang siswanya nggak lulus semua itu. Akan kita lakukan analisis mendalam. Apa penyakit yang ada di situ, terus kita tentukan terapinya seperti apa," ucapnya. Pemetaan terhadap UN itu dilakukan untuk perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia

Wednesday, May 18, 2011

Memanfaatkan hari libur dengan kegiatan yang bermanfaat

Salam Pramuka!!!!!!!!!!!! Salam.........!!!!!!!!! itu lah semangat para pendekar coklat alias para pramuka yang kemarin hari senin dan selasa yang mengikuti kegiatan “pelantikan penegak laksana” di bumi perkemahan SMKN 1 Lamongan, meskipun semua teman-temannya pada libur dan asyik-asyiknya tidur dan bersenang-senang dirumah tapi mereka tetap smangat untuk mengikuti kegiatan pramuka.

Pramuka merupakan suatu kegiatan yang menurut saya menyenangkan dan mengasyikkan, meskipu capek dan badan sakit semua tetapi dibalik itu semua banyak manfaatnya, diantaranya dapat mendidik siswa hidup mandiri, hidup bersosial, hidup kebersamaan, hidup kebersatuan dan kekompakkan dan yang paling penting adalah menata karakter anak didik menjadi lebih baik.

Dengan karakter anak didik yang baik itu maka dapat menjadikan bangsa indonesia ini lebih baik dan lebih maju, karena dapat kita lihat saat ini bagaimana karakter bangsa indonesia ini yang semakin lama semakin merosot, makin lama makin hancur negara kita, oleh sebab itu mari kita semua perbaiki dan kita bangun bersama, salah satunya adalah dengan kegiatan kepramukaan ini. Dan mari kita jadikan gerakan pramuka sebagai gerakan pelopor pembangunan bangsa.

Saturday, May 14, 2011

Banjir di Lamongan dan Tuban Ganggu Perekonomian dan Pendidikan


Banjir di Lamongan dan Tuban melumpuhkan perekonomian kegiatan belajar mengajar. Banjir yang terjadi sekitar sepekan menggangu kegiatan perekonomian dan sekolah.

Warga tidak bisa beraktifitas akibat jalan desa lahan pertanian atau tambak rusak. Data dari Satlak Penanggulangan Bencana Lamongan menyatakan sampai saat ini sudah 9 kecamatan yang terkena banjir dengan total 4.437 rumah tergenang.

Dilaporkan IMA dari Mahkota FM Babat Lamongan pada Jaring Radio Suara Surabaya, Senin (02/03), selain itu, 39 desa juga tergenang termasuk 16,9 km jalan desa, 2,4 km jalan lingkungan dan 615 m jalan kabupaten. Sementara lembaga pendidikan yang tergenang sebanyak 39 lembaga dari TK hingga SMA dan SMK serta 10 sarana keagamaan juga ikut tergenang.

Banjir juga merendam sejumlah 10.232 hektar tambak dan masing-masing 39 hektar sawah padi dan 36 hektar sawah palawija. Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar yang terganggu akibat banjir ini, MUSTOFA NUR Kepala Dinas Pendidikan Lamongan mengatakan semua lembaga yang terkena banjir atau yang berpotensi banjir untuk segera menyelamatkan dokumen dan alat bantu belajar mengajar.

Selain itu, diupayakan mencari lokasi pengungsian agar kegiatan belaj

Dinas Pendidikan Lamongan Didemo, Tuntut Kadiknas Diganti

Mafia pendidikan segera diakhiri!, Berantas Mafia Pendidikan!, hentikan Makelar Proyek Pendidikan!, Ganti Kepala dinas pendidikan!. Setidaknya itulah petikan dari ungkapan tuntutan sejumlah elemen mahasiswa di Lamongan di depan kantor dinas pendidikan setempat, pada peringatan hari Pendidikan 2 Mei kemarin.

Puluhan mahasiswa dari PC PMII Lamongan dan PR PMII Unisda tersebut menggelar aksi unjuk rasa menuntut segala carut marut di dinas pendidikan Kota Soto tersebut segera diakhiri. Selain meminta peninjauan kembali sekolah model RSBI, para pendemo juga menuntut segala bentuk mafia yang sembunyi dibalik pendidikan diberantas cepat.

Informasi yang didapat wartamerdeka.com mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di lamongan tersebut karena dalam beberapa waktu terakhir ini pendidikan dinilai menjadi ladang bisnis empuk sehingga tujuan dari pendidikan itu sendiri menjadi terabaikan. Selain itu, lamanya kadiknas Lamongan, Mustofa Nur memangku jabatan sebagai kepala diknas hingga diperpanjang dua tahun dua kali, dianggap terlalu berlebihan.

“ya, begini ini kalau seseorang terlalu lama memangku suatu jabatan, akibatnya menjadi kurang terkontrol,” kata salah seorang peserta demo. Para pendemo, selain melakukan orasi, mereka juga sambil bernyanyi dan meneriakkan, yel, yel meminta kadiknas Mustofa Nur dicopot dari jabatannya. Bahkan ada ungkapan akhiri dinasti Nur di Dinas Pendidikan.

Komisi D DPRD Lamongan, Sulaiman dikonfirmasi wartawan Koran Online ini terkait aksi unjuk rasa mengatakan pada dasarnya aspirasi mereka tetap kami tamping sebagai masukan berharga.

“Semua aspirasi kami tampung, namun kami menyarankan apa tidak lebih baik menyusun segala bentuk aspirasi dengan didukung data-data valid, sehingga kami melangkah akan lebih pas,” kata Sulaiman. Dia mencontohkan, misalnya, ketika muncul berita soal pungutan sosialisasi sertifikasi, pihaknya langsung memanggil jajaran dinas pendidikan untuk klarifikasi dan konfirmasi akan kebenaran berita tersebut.

Kinerja Dinas Pendidikan Lamongan Mengecewakan

Setelah ramai rumor percepatan perpanjangan SK kepala Dinas Pendidikan Lamongan agar dipercepat pada tahun ini, kini sorotan kembali digulirkan oleh sejumlah kalangan menyusul kinerja dinas pendidikan kota Soto tersebut dinilai mengecewakan. Terakhir sorotan miring tersebut seputar puluhan cakep yang hingga kini belum mendapat SK penempatan, meski banyak sekolah yang tak memiliki kasek. Dan soal pungutan Rp 100 ribu terkait sosialisasi sertifikasi.

Ketua komisi D DPRD Lamongan, Sulaiman dihubungi wartamerdeka.com, mengaku tak merinci secara detail soal kinerja dinas pendidikan, namun pihaknya menilai secara umum kinerja diknas Lamongan sangat mengecewakan.

“Saya tidak mau mengatakan soal percepatan SK Perpanjangan atau yang lainnya, namun secara umum saya sangat kecewa dengan kinerja dinas pendidikan,: katanya

Menurut Sulaiman, soal pungutan sertifikasi, pihaknya telah meminta klarifikasi ke diknas, diperoleh informasi kalau pungutan tersebut bukan senilai Rp.100ribu/orang, melainkan hanya Rp.50ribu.

“Kalau soal pungutan, sebenarnya hanya Rp.50ribu, bukan Rp.100ribu, ini setelah diknas dimintai klarifikasi,” tambah dia.

Informasi yang diterima wartamerdeka.com mengatakan sebenarnya kinerja diknas yang mengecewakan tersebut, sudah cukup lama berjalan, hanya saja tak banyak orang yang berani mengatakan hal tersebut. “Lho, benar, benar sekali apa yang dikatakan Mas sulaiman, soal kinerja diknas mengecewakan. Kalau menurut saya, tak sekadar mengecewakan, tapi sudah perlu mendapat rapor merah,” ujar salah seorang PNS di jajaran pendidikan yang tak mau disebut namanya.

Sebagai wakil rakyat, Sulaiman harus mengedepankan profesionalitas dewan. Dia mengaku secara pribadi hubungannya dengan kadiknas Mustofa Nur sangat baik, namun ketika ditanya wartawan, dia mengatakan hal yang sebenarnya. “Itulah mengapa saya katakana mengecewakan, sebab dari berbagai informasi media dan kami menilai di jajaran kami, kenyataannya seperti itu,” tambah pria mantan aktifis PII Lamongan ini

Usai UN, seorang pelajar di Lamongan kejang-kejang

Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Lamongan memakan korban. Seorang pelajar dilarikan ke rumah sakit usai mengikuti UN hari kedua kemarin. Akibatnya, sang pelajar tak bisa melanjutkan ujiannya Rabu (20/4/2011) ini.
Pelajar yang terpaksa tidak bisa melanjutkan mengikuti UN hari ketiga yakni Lukman ,17, siswa SMAN Kedungpring, Lamongan. Lukman dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya kejang-kejang usai UN hari kedua. Saat ini, Lukman warga Desa Sambung Rejo Kecamatan Modo, Lamongan menjalani perawatan di RSUD dr Soegiri Lamongan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Lukman masuk rumah sakit dengan gejala kejang-kejang di seluruh tubuhnya sehingga dicurigai menderita epilepsi. Karena takut terjadi apa-apa dengan Lukman, para guru kemudian melarikan Lukman ke RSUD dr Soegiri untuk diobati.
Ibu Lukman, Munasri mengatakan, anaknya dibawa oleh pihak sekolah karena kejang-kejang usai pelaksanaan UN hari kedua. “Saya sendiri tidak tahu kenapa anak saya bisa kejang-kejang seperti itu usai ujian,” kata Munasri kepada wartawan, Rabu.
Hanya saja catatan medis Lukman menunjukkan, yang bersangkutan kerap periksa syaraf sejak kelas 1 hingga kelas 3. “Sejak kecil tidak pernah kejang-kejang tapi sejak kelas 1 penyakit itu tiba-tiba saja timbul,” ujarnya.
Akibat tidak bisa mengikuti UN hari ketiga ini, Lukman terpaksa harus mengikuti UN susulan yang akan digelar usai pelaksanaan UN pada 25 – 28 April kemarin.

Thursday, May 12, 2011

SMKN 1 Lamongan tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainya

SMKN 1 Lamongan adalah suatu sekolahan yang terletak di Jln. Sudirman, meskipun sekolahan ini berada di kota yang tidak termasuk kota besar namun siswa-siswa sekolah ini dalam keterampilan dan kecerdasanya tidak kalah dengan sekolah sekolah lainya yang berada di kota-kota besar lainya, terbukti pada prestasi-prestasi yang dimiliki oleh para siswa SMKN 1 Lamongan ini diantaranya :

1. JUARA I LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT SLTA HARI
KOPERASI KE 58 TAHUN2005
2. JUARA I LOMBA K3L SMA / SMK / MA HUT KE 60 KEMERDEKAAN RI
KABUPATEN LAMONGAN
3. JUARA I LOMBA OLIMPIADE SAINS SMA / SMK / MA KABUPATEN
LAMONGAN TAHUN 2006 BIDANG EKONOMI
4. JUARA I TINGKAT WIRA “PERTOLONGAN PERTAMA PUTRI” DALAM GEMA
INVITASI DAN KRESI PMR 2 (GITA PRAJA II) PMR UNIT SMA NEGERI I
LAMONGAN TAHUN 2006
5. JUARA I PERAWATAN KELUARGA PUTRI GEMA INVITASI DAN KREASI
PMR 2 (GITA PRAJA II) PMR UNIT SMA NEGERI 1 LAMONGAN TAHUN
2006
6. JUAR I BONGKAR PASANG TANDU PUTRI DALAM GEMA INVITASI DAN
KREASI PMR 2 (GITA PRAJA II) PMR UNIT SMA NEGERI 1 LAMONGAN
TAHUN 2006
7. TROPY DINAS KESEHATAN KABUATEN LAMONGAN JUARA II PERAWATAN
KELUARGA PMR TINGKAT WIRA PADA GITA PRAJA III SMAN 1
LAMONGAN
8. 1ST WINER “NEWS READING” IN ENG. CONTEST SMK LAMONGAN
9. JUARA I LOMBA K3L TINGKAT SMA HUT RI Ke 62 TH 2007 KAB.
LAMONGAN
10. JUARA I KEBERSIHAN TENDA PMR TINGKAT WIRA PADA GITA PRAJA III
DI SMAN 1 LAMONGAN 24-25 JANUARI 2007

11. JUARA III JAWARA JATIM 2010