k Pendidikan!, Ganti Kepala dinas pendidikan!. Setidaknya itulah petikan dari ungkapan tuntutan sejumlah elemen mahasiswa di Lamongan di depan kantor dinas pendidikan setempat, pada peringatan hari Pendidikan 2 Mei kemarin.
Puluhan mahasiswa dari PC PMII Lamongan dan PR PMII Unisda tersebut menggelar aksi unjuk rasa menuntut segala carut marut di dinas pendidikan Kota Soto tersebut segera diakhiri. Selain meminta peninjauan kembali sekolah model RSBI, para pendemo juga menuntut segala bentuk mafia yang sembunyi dibalik pendidikan diberantas cepat.
Informasi yang didapat wartamerdeka.com mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di lamongan tersebut karena dalam beberapa waktu terakhir ini pendidikan dinilai menjadi ladang bisnis empuk sehingga tujuan dari pendidikan itu sendiri menjadi terabaikan. Selain itu, lamanya kadiknas Lamongan, Mustofa Nur memangku jabatan sebagai kepala diknas hingga diperpanjang dua tahun dua kali, dianggap terlalu berlebihan.
“ya, begini ini kalau seseorang terlalu lama memangku suatu jabatan, akibatnya menjadi kurang terkontrol,” kata salah seorang peserta demo. Para pendemo, selain melakukan orasi, mereka juga sambil bernyanyi dan meneriakkan, yel, yel meminta kadiknas Mustofa Nur dicopot dari jabatannya. Bahkan ada ungkapan akhiri dinasti Nur di Dinas Pendidikan.
Komisi D DPRD Lamongan, Sulaiman dikonfirmasi wartawan Koran Online ini terkait aksi unjuk rasa mengatakan pada dasarnya aspirasi mereka tetap kami tamping sebagai masukan berharga.






0 comments:
Post a Comment