Saturday, May 14, 2011

Usai UN, seorang pelajar di Lamongan kejang-kejang

Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Lamongan memakan korban. Seorang pelajar dilarikan ke rumah sakit usai mengikuti UN hari kedua kemarin. Akibatnya, sang pelajar tak bisa melanjutkan ujiannya Rabu (20/4/2011) ini.

Pelajar yang terpaksa tidak bisa melanjutkan mengikuti UN hari ketiga yakni Lukman ,17, siswa SMAN Kedungpring, Lamongan. Lukman dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya kejang-kejang usai UN hari kedua. Saat ini, Lukman warga Desa Sambung Rejo Kecamatan Modo, Lamongan menjalani perawatan di RSUD dr Soegiri Lamongan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Lukman masuk rumah sakit dengan gejala kejang-kejang di seluruh tubuhnya sehingga dicurigai menderita epilepsi. Karena takut terjadi apa-apa dengan Lukman, para guru kemudian melarikan Lukman ke RSUD dr Soegiri untuk diobati.
Ibu Lukman, Munasri mengatakan, anaknya dibawa oleh pihak sekolah karena kejang-kejang usai pelaksanaan UN hari kedua. “Saya sendiri tidak tahu kenapa anak saya bisa kejang-kejang seperti itu usai ujian,” kata Munasri kepada wartawan, Rabu.
Hanya saja catatan medis Lukman menunjukkan, yang bersangkutan kerap periksa syaraf sejak kelas 1 hingga kelas 3. “Sejak kecil tidak pernah kejang-kejang tapi sejak kelas 1 penyakit itu tiba-tiba saja timbul,” ujarnya.
Akibat tidak bisa mengikuti UN hari ketiga ini, Lukman terpaksa harus mengikuti UN susulan yang akan digelar usai pelaksanaan UN pada 25 – 28 April kemarin.

0 comments:

Post a Comment